Dapatkanlah informasi mengenai sains dan teknologi yang dibahas dengan bahasa sederhana dan mudah ditelan oleh siapapun.

Operator reaktor nuklir adalah orang yang mengendalikan reaksi inti yang ada di reaktor. Dekat sekali dengan yang namanya ledakan, radiasi,...

Cara Menjadi Operator Reaktor Nuklir

Operator reaktor nuklir adalah orang yang mengendalikan reaksi inti yang ada di reaktor. Dekat sekali dengan yang namanya ledakan, radiasi, kebocoran, dan hazzart lainnya. Sehingga seorang operator reaktor nuklir memiliki kualifikasi dan lisensi sebelum bekerja di bidang ini. Tetapi ternyata masih banyak orang yang bingung bagaimana sih cara menjadi operator reaktor nuklir?

Sebenarnya operator reaktor itu memiliki lisensi yang berbeda beda. Yang dijadikan parameter pemberian lisensi ialah daya reaktor, jenis reaktor yang dioperasikan, penggunaan reaktor, dan moda operasi. Biasanya orang yang ingin mendapatkan lisensi operator reaktor nuklir ialah dia yang ditunjuk oleh pengusaha instalasi reaktor atau rekomendasi dari para atasan.

Di dalam ruang operator reaktor biasanya terdiri dari ahli/senior operator reaktor atau supervisor dan junior operator reaktor. Tentunya saat diawal anda merintis karir menjadi operator reaktor nuklir, harus memiliki pengalaman mengoperasikan operator reaktor. Kesempatan untuk menjadi operator reaktor nuklir nya saja sudah sangat berharga, apalagi menjadi ahli supervisornya. 

operator reaktor nuklir
Operator Reaktor

Menjadi Operator Reaktor Nuklir di Indonesia

Segala urusan yang berhubungan dengan radiasi dan nuklir, telah diatur oleh BAPETEN, termasuk urusan mengeluarkan lisensi surat ijin bekerja. Standard BAPETEN sama dengan atau sedikit lebih ketat ketimban standard dari IAEA. Termasuk juga dalam mengeluarkan ijin bekerja di bidang operasi reaktor. Apa saja yang harus diperlukan sebelum menjadi operator reaktor nuklir? Simak penjelasan hingga habis.

Pelatihan dan pengenalan untuk setiap jabatan wajib dilakukan dan disiapkan oleh tim yang berkompeten dalam bidang operasi reaktor serta pelatihannya. Setelah itu, barulah diadakan pelatihan secara berkala diawasi oleh tenaga ahli. Pelatihan yang akan diberikan harus mencakup bidang teknologi sampai ke tingkat yang diperlukan sesuai dengan tugas yang akan ia emban.

Seorang operator reaktor nuklir harus bisa mempertahankan reaktor pada batas, kondisi operasi, dan konsekuensi yang akan ditanggung oleh operator. Pelatihan harus meliputi teoritis dan praktis yang membahas tentang hal sistem reaktor, fungsi, tata letak, dan moda operasi nya. Seorang operator reaktor harus magang terlebih dahulu guna mendapatkan pengalaman kerja.

Materi Dasar

  • Perpindahan panas
  • Fisika reaktor
  • Proteksi radiasi

Materi Utama

  • Keselamatan reaktor
  • Sistem instrumen dan kendali
  • Karakteristik desain operasi reaktor
  • Sistem pendingin
  • Pengawasan pengangkutan
  • Kedaruratan nuklir
  • Sistem bantu

Materi Penunjang

  • Kimia air
  • Pengelolaan limbah radioaktif
  • Manajemen operasi nuklir
  • Proteksi fisik dan kendali bahan nuklir
  • Jaminan kualitas dan keselamatan
  • Praktikum
  • Operasi reaktor
  • Kekritisan
  • Kalibrasi batang kendali
  • Pengukuran waktu jatuh batang kendali
  • Kalibrasi daya
  • Pengukuran fluks neutron
  • Penanganan kedaruratan
  • Pengukuran suhu bahan bakar
  • Koefisien reaktivitas suhu
Ahli operator reaktor atau supervisor dan operator reaktor harus memiliki pengalaman manipulasi pengendalian, karakteristik reaktor, kerjasama, dan tugas tugas administrasi. Semua itu bisa didapatkan dari pengalaman magang atau praktek langsung bersama pengawas.
 

Ujian Sebelum Mendapatkan Lisensi Kerja Operator Reaktor

Untuk mendapatkan SIB (Surat Ijin Bekerja) dari BAPETEN, maka calon operator reaktor harus diuji langsung oleh BAPETEN. Cukup simple sebenarnya untuk mendapatkan surat ijin bekerja sebagai operator reaktor nuklir. Tetapi anda harus dinyatakan lulus dengan standard yang telah ditentukan. Adapun penilaian mencakup:

1. Ujian tertulis

2. Ujian lisan

3. Ujian praktek dalam kondisi normal dan darurat

Setelah anda mampu melewati itu semua, maka anda bisa berhak mendapatkan surat ijin bekerja yang nantinya. Anda juga bisa mengikuti program rekualifikasi atau pelatihan ulang tentang prosedur kedaruratan atau kecelakaan pada instalasi nuklir. SIB hanya dapat diperpanjang setelah peserta mengikuti rekualifikasi paling sedikit 1 kali selama masa berlaku SIB.

Tambahan

Sebenarnya yang harus dimiliki oleh operator reaktor nuklir ialah skills dan kompetensi yang dibuktikan dengan dengan surat ijin bekerja dari BAPETEN. Jadi lulusan SMA atau SMK bisa saja mendapatkan lisensi operator reaktor, namun harus mengikut pelatihan yang sangat panjang. Jika anda mengacu pada standar Amerika, mungkin membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk mendapatkan lisensi ini.

Dalam peraturan BAPETEN, untuk naik jabatan menjadi supervisor atau senior operator reaktor nuklir harus minimal D3 dan memiliki berbagai macam pengalaman tambahan lainnya. Begitu juga dengan lisensi yang diberikan kepada Amerika, yaitu harus lulus diploma high school. Jadi paling tidak, lulus D3 atau D4 anda sudah aman dan siap mengikuti program pelatihan operator reaktor. Tentu harus beradasarkan rekomendasi dari pihak instalator atau pengusaha instalasi reaktor nuklir.

Ohh ya, sebagai tambahan lisensi setiap jenis reaktor tentu berbeda beda. Hal ini dikarenakan perbedaan pada desain, penanganan, dan pengendalian reaktor. Lisensi PWR tentu berbeda dengan lisensi BWR. Jadi pastikan terlebih dahulu lisensi apa yang hendak anda ambil.

Siapa toh yang tidak ingin menjadi operator reaktor nuklir? Karir yang bergengsi ini hanya dimiliki oleh segelintir orang. Gaji yang ditawarkan oleh operator reaktor nuklir, daya terutama, ialah mencapai 1.31 miliar rupiah per tahun. Gaji yang sangat fantastis ini hanya anda lakukan dengan menggeser geser tuas saja, hehehe bercanda. Semoga anda bisa menggapai impian anda untuk menjadi operator reaktor nuklir bersama saya J.

0 komentar: